Jumat , 2 Agustus 2013
11.41
Teruntuk Audhy Ellyas , yang tak lagi hiasi mimpiku .
Tak terasa sudah 5 tahun sejak terakhir percakapan kita . Waktu benar-benar nyaris menghapus semua jejak yang kamu dan aku sempat tinggalkan . Sungguh rasanya aku sudah melupakanmu . Lupa kalau sempat ada kisah tentang kamu dan aku dalam sejarah singkat masalalu ku . Jika bukan karena kehadiran dee , tampaknya ilusi tentangmu memang tak kan pernah hadir kembali .
Tak ada lagi perih yang terasa ketika aku mengenangmu . Yang tertinggal hanya senyum simpul tanda bahagia aku pernah mengenalmu . Kisah kita memang tak lama . Jejak kita memang tak banyak . Tapi dari cerita singkat kebersamaan kamu dan aku , sempat mengukir rindu yang mendalam . Menggores luka yang lama untuk terobati .
Tak pernah terbayangkan sebelumnya , aku mampu melupakanmu . Tapi waktu buktikan semua . Sekarang entah harus merasa bagaimana . Keberadaan dee di hatiku membuka kembali semua jejak antara kamu dan aku yang tertutup debu tak tersentuh .
Tak ingin aku menyakiti dee seperti aku melukaimu . Tak ingin pula aku kehilangan dee seperti aku ditinggalkanmu dulu . Jejak nostalgia antara kamu dan aku kini kubiarkan menjadi pelajaran indah untuk kisah baruku . Tak kan lagi kubiarkan embun melukiskan jejaknya ketika aku mengenangmu . Sudah cukup rasanya semua lukisan embun yang dulu kamu torehkan . Kini , hiduplah abadi dalam ingatanku , jangan lagi di hatiku .
Carilah kesempurnaan hidupmu . Titipkan salamku untuk Mama mu yang dulu menghacurkan anganku untuk mengejarmu . Katakan padanya , terimakasih dulu telah menghapus harapanku . . .
Rabu, 19 Maret 2014
Farewell (1)
Jumat , 2 Agustus 2013
11.16
Teruntuk Bahtiar Rizki , yang tak lagi menjadi anganku .
Rasanya sungguh tak pantas jika aku merindukan sosok yang tak pernah jadi milikku . Tak akan pernah . Bayang wajahmu masih kuingat semu dalam ilusiku . Lirih suaramu tentu sudah terlupakan sejak lama . Tapi setiap kenangan kehadiranmu masih melekat kuat dalam ingatan .
Kamu yang pernah kuanggap sempurna , yang kini tak lagi kusebut namanya dalam tiap kisahku . Kini kembali menari indah memaksaku menjatuhkan embun-embunku . Sayang , embun ini tampaknya tak lagi berpihak padamu . Semua kisah lalu tentangmu , menggores luka tanpa airmata . Perih memang , tapi mengenang tentangmu seakan membawaku merasakan kebahagiaan lain . Kebahagiaan semu dari jejak masalalu ku .
Sejak dulu kepergianmu , aku memang tak berhenti memikirkan tentangmu . Tapi tentu tak pernah aku ingin berharap banyak . Sadar kalau harapan-harapan itu hanya akan sekedar menjadi mimpi tak terwujud . Mengingat keberadaanmu di hatiku dulu , terkadang mampu menguatkanku di sela luka yang menikam dengan kejamnya . Membayangkan mendengar lirih kata manismu mampu mebuatku berjalan walau tertatih setelah jatuh dengan kerasnya . Kata-kata manismu itu memang sering kali terasa menyakitkan ketika aku tersadar mungkin itu hanya bualan tanpa makna . Tapi akupun rasanya ingin percaya , ingin hidup bersama mutiara itu walau membuatku seperti hidup dalam mimpi
11.16
Teruntuk Bahtiar Rizki , yang tak lagi menjadi anganku .
Rasanya sungguh tak pantas jika aku merindukan sosok yang tak pernah jadi milikku . Tak akan pernah . Bayang wajahmu masih kuingat semu dalam ilusiku . Lirih suaramu tentu sudah terlupakan sejak lama . Tapi setiap kenangan kehadiranmu masih melekat kuat dalam ingatan .
Kamu yang pernah kuanggap sempurna , yang kini tak lagi kusebut namanya dalam tiap kisahku . Kini kembali menari indah memaksaku menjatuhkan embun-embunku . Sayang , embun ini tampaknya tak lagi berpihak padamu . Semua kisah lalu tentangmu , menggores luka tanpa airmata . Perih memang , tapi mengenang tentangmu seakan membawaku merasakan kebahagiaan lain . Kebahagiaan semu dari jejak masalalu ku .
Sejak dulu kepergianmu , aku memang tak berhenti memikirkan tentangmu . Tapi tentu tak pernah aku ingin berharap banyak . Sadar kalau harapan-harapan itu hanya akan sekedar menjadi mimpi tak terwujud . Mengingat keberadaanmu di hatiku dulu , terkadang mampu menguatkanku di sela luka yang menikam dengan kejamnya . Membayangkan mendengar lirih kata manismu mampu mebuatku berjalan walau tertatih setelah jatuh dengan kerasnya . Kata-kata manismu itu memang sering kali terasa menyakitkan ketika aku tersadar mungkin itu hanya bualan tanpa makna . Tapi akupun rasanya ingin percaya , ingin hidup bersama mutiara itu walau membuatku seperti hidup dalam mimpi
190314 1032
Rabu , 19 Maret 2014
Pagi Ma :)
Ma , mungkin ini surat pertamaku buat Mama . Bukan aku gamau , aku bahkan selalu berharap bisa berbagi kisah sama Mama .
Ma , banyak airmata terpendam di hati aku . Banyak tawa tertahan di benak aku . Semua nunggu waktu buat bisa di bagi sama Mama . Tapi entah gimana pun aku coba , mulut ini bahkan seakan ga bisa gerak kalo depan Mama . Mama tau ? Aku bahkan sering nangis sendiri nahan kesel sama diriku sendiri . Aku sibuk mengutuk diriku sendiri . Aku benci Ma . Aku benci kecanggungan yang tergurat di antara kita . Aku benci nangis sendirian . Aku kangen Ma . Aku kangen peluka Mama , belaian Mama .
Ma , tahun-tahun sulit harus aku lewatin tanpa pelukan Mama . Dan itu bikin semuanya terasa lebih berat buat aku jalanin . Aku tau Ma . Aku tau doa tulus Mama terus mengalir buat aku . Tapi aku ngerasa cuma butuh pelukan Mama . Aku butuh kehadiran Mama , bukan cuma dalam ilusi aku , juga dalam nyataku . Aku pengen nangis sepuasnya di pelukan Mama .
Ma , airmata ga berhenti buat lukisan jejaknya di pipi aku waktu aku nulis ini buat Mama . Semua rindu seakan tercurah jadi satu . Seakan rindu ini benar-benar mencapai puncaknya . Aku bahkan ga bisa inget kapan terakhir kali Mama belai rambut aku . Aku ga inget kapan terakhir kali Mama bilang sayang ke aku .
Aku benci semua kecanggungan ini . Aku benci semua gengsi ini . Aku marah sama keadaan . Aku marah sama diri aku sendiri . Aku tau Mama cape . Aku tau Mama butuh bantuan aku . Tapi entah apa yang selalu nahan aku buat nunjukin cinta aku ke Mama .
Maafin anak manjamu ini Ma yang ga pernah puas sama pemberian Mama . Maafin anak manjamu yang selalu nuntut ribuan hal ke Mama . Maafin anak manjamu yang entah kenapa setiap kali pengen nunjukin rasa sayangnya , yang muncul cuma sikap aku seakan ga peduli . Maafin aku Ma . Maafin aku . . .
Pagi Ma :)
Ma , mungkin ini surat pertamaku buat Mama . Bukan aku gamau , aku bahkan selalu berharap bisa berbagi kisah sama Mama .
Ma , banyak airmata terpendam di hati aku . Banyak tawa tertahan di benak aku . Semua nunggu waktu buat bisa di bagi sama Mama . Tapi entah gimana pun aku coba , mulut ini bahkan seakan ga bisa gerak kalo depan Mama . Mama tau ? Aku bahkan sering nangis sendiri nahan kesel sama diriku sendiri . Aku sibuk mengutuk diriku sendiri . Aku benci Ma . Aku benci kecanggungan yang tergurat di antara kita . Aku benci nangis sendirian . Aku kangen Ma . Aku kangen peluka Mama , belaian Mama .
Ma , tahun-tahun sulit harus aku lewatin tanpa pelukan Mama . Dan itu bikin semuanya terasa lebih berat buat aku jalanin . Aku tau Ma . Aku tau doa tulus Mama terus mengalir buat aku . Tapi aku ngerasa cuma butuh pelukan Mama . Aku butuh kehadiran Mama , bukan cuma dalam ilusi aku , juga dalam nyataku . Aku pengen nangis sepuasnya di pelukan Mama .
Ma , airmata ga berhenti buat lukisan jejaknya di pipi aku waktu aku nulis ini buat Mama . Semua rindu seakan tercurah jadi satu . Seakan rindu ini benar-benar mencapai puncaknya . Aku bahkan ga bisa inget kapan terakhir kali Mama belai rambut aku . Aku ga inget kapan terakhir kali Mama bilang sayang ke aku .
Aku benci semua kecanggungan ini . Aku benci semua gengsi ini . Aku marah sama keadaan . Aku marah sama diri aku sendiri . Aku tau Mama cape . Aku tau Mama butuh bantuan aku . Tapi entah apa yang selalu nahan aku buat nunjukin cinta aku ke Mama .
Maafin anak manjamu ini Ma yang ga pernah puas sama pemberian Mama . Maafin anak manjamu yang selalu nuntut ribuan hal ke Mama . Maafin anak manjamu yang entah kenapa setiap kali pengen nunjukin rasa sayangnya , yang muncul cuma sikap aku seakan ga peduli . Maafin aku Ma . Maafin aku . . .
220214 1547
22 Februari 2014
Hei kamu yang saat ini wajahnya menghiasi palung rinduku :) Terimakasih untuk 10 bulan yang bermakna ini . Dari 10 bulan yang terlewati , baru sekali kita merayakannya bersama . Tanpa kue tart , tanpa kado , hanya sebaris doa penuh pengharapan untuk kebahagiaan kita . Itu bulan lalu . Bulan ini , lagi-lagi tanpa kartu ucapan , tanpa setangkai bunga , hanya ucap rindu lewat telepon yang bergema .
Rindukah kamu akan pertemuan kita ? Hanya dengan doa penuh harap rindu ini dapat tersalurkan . Mendengar suaramu saja tak pernah cukup bagi hatiku . Memilikimu adalah harapan terbesar yang kugumamkan dalam tiap doaku . Hari ini aku berdoa lagi , seperti hari-hari kemarin . Hanya saja kali ini sedikit berbeda . Kurasa ini lebih bermakna , kuharap doa ini segera terwujud karena kamu mengamini doaku . Hari ini aku cukup bahagia mendengar kamu memiliki pengharapan yang sama .
Terimakasih untuk 10 bulan penuh kenangan ini .Terimakasih untuk luka dan cinta yang hadir dalam 10 bulan ini . Semoga rasa kita tetap sama hingga bertemu 10 bulan berikutnya . Semoga doa-doa kita terkabulkan .
Sekali lagi terimakasih pangeran kegelapanku . Tetaplah jadi yang kubanggakan . Tetaplah jadi yang kurindukan . Tetaplah mengingatku dalam tiap detik waktu yang kamu lewati . Tetaplah simpan namaku di tempat terbaik di hatimu .
Tertanda ,
aku yang masih jatuhcinta sama kamu
Bukan Surat Cinta
Ini bukan surat cinta , bukan juga penyesalan . Ini untuk kamu yang wajahnya pernah menghiasi hariku . Untuk kamu yang namanya pernah mengisi hatiku . Aku bukan merindukanmu . Bukan pula sengaja mengenangmu . Hanya tiba-tiba terbersit bayang masalalu saat aku dan kamu masih menjadi 'kita' . Saat aku dan kamu masih bahagia untuk alasan yang sama . Saat aku dan kamu masih ingin menjemput asa yang sama . Saat aku dan kamu tak pernah terpikir 'kita' akan kembali menjadi asing .
Ini bukan surat penuh airmata seperti yang dulu biasa kutulis . Ini bukan tentang nostalgia berharap aku dan kamu dapat kembali menjadi 'kita' . Ini ucap syukur dan terimakasih karena kamu dan aku pernah melukiskan jejak yang sama . Walau jejak itu mungkin takkan nampak sama dimataku dan kamu . Rasanya terlalu sering aku memaki , terlalu banyak aku mengutuk . Terlalu lama aku menangisi luka dan terlupa kisah manis yang sebenarnya ada .
Kini dengan segenap ketenangan hati , dengan senyum yang terlambat ku tunjukkan , aku menatap matamu dalam imajinasiku . Maaf , aku terlambat meminta maafmu . Maaf , terlalu lama waktu yang kubutuhkan untuk menyembuhkan luka ku . Maaf , aku terlalu sibuk memikirkan diriku hingga lupa warna yang aku dan kamu lukis bersama itu nyata adanya .
Aku memang sempat menyesal mengenalmu . Tapi kini sesal itu memudar , hilang tanpa jejak . Warna yang pernah kamu dan aku ciptakan kini hadir kembali . Menyadarkanku kalau semua yang pernah ku lalui itu indah . Bahkan luka yang kamu gores , yang dulu terasa perih menyayat kini menebarkan harum kedamaian . Aku memaafkan semua yang terjadi antara kamu dan aku . Entah bagaimana dengan kamu . Adakah kamu rasakan yang sama sepertiku ? Ataukah dendam tentangku masih mengisi sudut hatimu ?
Apapun yang kamu pikirkan tentangku , apapun yang kamu rasakan setiap mengingat kebersamaan kamu dan aku , aku tetap ingin berterimakasih . Terimakasih kamu pernah menjadi cahaya dalam gelapku . Terimakasih kamu pernah menjadi luka yang mendewasakanku . Terimakasih kamu pernah menajadi pahit yang membuatku lebih menghargai manis yang terasa . Terimakasih kamu kini menjadi kenangan yang mengajarkanku arti melepaskan , yang mengingatkanku makna mengikhlaskan . Terimakasih kamu pernah mengukir senyum di antara duka dan lukaku . Terimakasih kamu pernah menemaniku menapaki jejak waktuku .
Ku harap kamu bahagia dengan jalanmu . Ku harap aku dan kamu akan sama-sama tersenyum di masadepan karena pilihan kita kini . Terimakasih . . .
Tertanda ,
aku yang menyimpan kenangan tentangmu
Apapun yang kamu pikirkan tentangku , apapun yang kamu rasakan setiap mengingat kebersamaan kamu dan aku , aku tetap ingin berterimakasih . Terimakasih kamu pernah menjadi cahaya dalam gelapku . Terimakasih kamu pernah menjadi luka yang mendewasakanku . Terimakasih kamu pernah menajadi pahit yang membuatku lebih menghargai manis yang terasa . Terimakasih kamu kini menjadi kenangan yang mengajarkanku arti melepaskan , yang mengingatkanku makna mengikhlaskan . Terimakasih kamu pernah mengukir senyum di antara duka dan lukaku . Terimakasih kamu pernah menemaniku menapaki jejak waktuku .
Ku harap kamu bahagia dengan jalanmu . Ku harap aku dan kamu akan sama-sama tersenyum di masadepan karena pilihan kita kini . Terimakasih . . .
Tertanda ,
aku yang menyimpan kenangan tentangmu
210214 1543
Jumat , 21 Februari 2014
Aku terjebak disini dengan cinta yang kuharap juga terasa di hatimu . Aku dengan seluruh keegoisan yang kumiliki , mencoba menahanmu tetap disini , disisiku yang malang ini . Betapa bodohnya aku berkata buku ini untukmu disaat nyatanya semua hanya tentangku . Aku terlalu memikirkan diriku hingga tak sadar perlahan mengabaikan hatimu .
Dee , bahkan rasanya tak pantas aku berlutut memohonmu untuk tetap bersamaku . Aku terlalu menyedihkan untuk bisa membahagiakanmu . Bagaimana aku bisa menjagamu disaat aku bahkan tak mampu mengangkat kepalaku sendiri . Aku terlalu lemah . Aku semakin lemah . Tapi lagi-lagi dengan semua keegoisan dan rasa tidak tau diri yang begitu besar , aku meratap memaksamu untuk tetap tinggal .
Aku ingin memohonmu untuk tetap bersamaku , menjadi penguatku . Aku ingin meminta izinmu untuk tetap bergantung padamu sampai kelak aku mampu berdiri sendiri . Sampai aku mampu menahan semua lukaku sendiri . Sampai aku bisa kembali menangis dalam kesendirianku . Tapi bagaimana bisa aku bangkit sendiri jika kamu tetap disisiku ? Bagaimana aku mampu memaksa diriku kuat ketika masih ada kamu untuk bergantung ? Aku sadar , aku tak boleh menahanmu disini jika pergi adalah pilihan terbaikmu . Aku sadar , aku akan terus bergantung jika kamu masih menopangku .
Aku memang sudah lama terjebak disini , di ruang kelabu di sudut hatiku . Tapi sungguh tak tau malu , aku ingin menjebakmu disini menemani hari kelamku . Aku pikir aku harus melepasmu , tapi bibir ini kelu tak mampu berkata-kata .
Dee , masih pantaskah aku disisimu ? Masih bolehkah aku berharap memilikimu ? Aku dengan semua kelemahanku mencoba menjaga cinta ini agar tak memudar . Aku dengan segenap sisa kekuatanku berharap mampu menahan hatimu tetap terpaut denganku .
Aku terjebak disini dengan cinta yang kuharap juga terasa di hatimu . Aku dengan seluruh keegoisan yang kumiliki , mencoba menahanmu tetap disini , disisiku yang malang ini . Betapa bodohnya aku berkata buku ini untukmu disaat nyatanya semua hanya tentangku . Aku terlalu memikirkan diriku hingga tak sadar perlahan mengabaikan hatimu .
Dee , bahkan rasanya tak pantas aku berlutut memohonmu untuk tetap bersamaku . Aku terlalu menyedihkan untuk bisa membahagiakanmu . Bagaimana aku bisa menjagamu disaat aku bahkan tak mampu mengangkat kepalaku sendiri . Aku terlalu lemah . Aku semakin lemah . Tapi lagi-lagi dengan semua keegoisan dan rasa tidak tau diri yang begitu besar , aku meratap memaksamu untuk tetap tinggal .
Aku ingin memohonmu untuk tetap bersamaku , menjadi penguatku . Aku ingin meminta izinmu untuk tetap bergantung padamu sampai kelak aku mampu berdiri sendiri . Sampai aku mampu menahan semua lukaku sendiri . Sampai aku bisa kembali menangis dalam kesendirianku . Tapi bagaimana bisa aku bangkit sendiri jika kamu tetap disisiku ? Bagaimana aku mampu memaksa diriku kuat ketika masih ada kamu untuk bergantung ? Aku sadar , aku tak boleh menahanmu disini jika pergi adalah pilihan terbaikmu . Aku sadar , aku akan terus bergantung jika kamu masih menopangku .
Aku memang sudah lama terjebak disini , di ruang kelabu di sudut hatiku . Tapi sungguh tak tau malu , aku ingin menjebakmu disini menemani hari kelamku . Aku pikir aku harus melepasmu , tapi bibir ini kelu tak mampu berkata-kata .
Dee , masih pantaskah aku disisimu ? Masih bolehkah aku berharap memilikimu ? Aku dengan semua kelemahanku mencoba menjaga cinta ini agar tak memudar . Aku dengan segenap sisa kekuatanku berharap mampu menahan hatimu tetap terpaut denganku .
Sepucuk Surat Penuh Harap
Tuhan , jika kelak aku bukan lagi peri kecil di hidupnya , izinkan aku tetap memiliki ruang di sudut hatinya . Tuhan , jika kelak kami tak ditakdirkan bersama , tolong jangan hapus cinta dan kenangan yang terlukis di antara kami .
Tuhan , dengan malu aku bersimpuh di hadapanMu memanjatkan doa berharap Kau mau mempersatukan kami di jalan yang Kau ridhoi . Tuhan , aku ingin bisa memamerkan pada dunia betapa kuatnya cinta yang ku miliki .
Tuhan , jika kami tidak di takdirkan hidup dalam kebahagiaan , jangan biarkan kami hidup dalam kebencian . Jangan biarkan kami membenciMu walau hanya sesaat .
Tuhan , jika aku ditakdirkan untuk meninggalkan dunia ini lebih cepat , ku mohon jaga dia dalam lindunganMu . Bahagiakan dia dengan cinta lain yang Kau siapkan untuknya .
Tapi Tuhan , jika kelak aku yang harus ditinggalkan lebih dulu , rengkuh dia dalam lindunganMu disana . Ku mohon tempatkan dia di tempat terindah yang Kau miliki .
Tuhan , entah siapa yang akan Kau jemput lebih dulu , ku mohon pertemukan kami kembali dengan cinta yang sempurna di dunia yang kekal nanti . Tempatkan kami di tempat yang penuh damai bersama keluarga kami .
Tuhan , hanya kepadaMu aku bisa meminta agar hatinya tetap terisi namaku . Hanya padaMu aku bisa memohon kekuatan untuk bisa bersama dengannya menjalani sulitnya dunia .
Tuhan , dengan ribuan tetes airmataku , aku menundukkan kepalaku di hadapanMu seraya berdoa . Ku mohon bawa kami , tuntun kami ke jalan cahayaMu . Lindungi ikatan cinta yang kami miliki . Kuatkan cinta kami agar tidak terus saling menyakiti . Jika kami tak bisa terus saling tersenyum , jangan biarkan kami terus menangis .
Tuhan , aku menunggu takdir indah yang telah Kau siapkan untuk kami . Aku menunggu waktu yang Kau tentukan untuk mengikrarkan janji suci kami dalam ikatan abadi .
Tuhan , dengan malu aku bersimpuh di hadapanMu memanjatkan doa berharap Kau mau mempersatukan kami di jalan yang Kau ridhoi . Tuhan , aku ingin bisa memamerkan pada dunia betapa kuatnya cinta yang ku miliki .
Tuhan , jika kami tidak di takdirkan hidup dalam kebahagiaan , jangan biarkan kami hidup dalam kebencian . Jangan biarkan kami membenciMu walau hanya sesaat .
Tuhan , jika aku ditakdirkan untuk meninggalkan dunia ini lebih cepat , ku mohon jaga dia dalam lindunganMu . Bahagiakan dia dengan cinta lain yang Kau siapkan untuknya .
Tapi Tuhan , jika kelak aku yang harus ditinggalkan lebih dulu , rengkuh dia dalam lindunganMu disana . Ku mohon tempatkan dia di tempat terindah yang Kau miliki .
Tuhan , entah siapa yang akan Kau jemput lebih dulu , ku mohon pertemukan kami kembali dengan cinta yang sempurna di dunia yang kekal nanti . Tempatkan kami di tempat yang penuh damai bersama keluarga kami .
Tuhan , hanya kepadaMu aku bisa meminta agar hatinya tetap terisi namaku . Hanya padaMu aku bisa memohon kekuatan untuk bisa bersama dengannya menjalani sulitnya dunia .
Tuhan , dengan ribuan tetes airmataku , aku menundukkan kepalaku di hadapanMu seraya berdoa . Ku mohon bawa kami , tuntun kami ke jalan cahayaMu . Lindungi ikatan cinta yang kami miliki . Kuatkan cinta kami agar tidak terus saling menyakiti . Jika kami tak bisa terus saling tersenyum , jangan biarkan kami terus menangis .
Tuhan , aku menunggu takdir indah yang telah Kau siapkan untuk kami . Aku menunggu waktu yang Kau tentukan untuk mengikrarkan janji suci kami dalam ikatan abadi .
Langganan:
Postingan (Atom)