Jumat , 21 Februari 2014
Aku terjebak disini dengan cinta yang kuharap juga terasa di hatimu . Aku dengan seluruh keegoisan yang kumiliki , mencoba menahanmu tetap disini , disisiku yang malang ini . Betapa bodohnya aku berkata buku ini untukmu disaat nyatanya semua hanya tentangku . Aku terlalu memikirkan diriku hingga tak sadar perlahan mengabaikan hatimu .
Dee , bahkan rasanya tak pantas aku berlutut memohonmu untuk tetap bersamaku . Aku terlalu menyedihkan untuk bisa membahagiakanmu . Bagaimana aku bisa menjagamu disaat aku bahkan tak mampu mengangkat kepalaku sendiri . Aku terlalu lemah . Aku semakin lemah . Tapi lagi-lagi dengan semua keegoisan dan rasa tidak tau diri yang begitu besar , aku meratap memaksamu untuk tetap tinggal .
Aku ingin memohonmu untuk tetap bersamaku , menjadi penguatku . Aku ingin meminta izinmu untuk tetap bergantung padamu sampai kelak aku mampu berdiri sendiri . Sampai aku mampu menahan semua lukaku sendiri . Sampai aku bisa kembali menangis dalam kesendirianku . Tapi bagaimana bisa aku bangkit sendiri jika kamu tetap disisiku ? Bagaimana aku mampu memaksa diriku kuat ketika masih ada kamu untuk bergantung ? Aku sadar , aku tak boleh menahanmu disini jika pergi adalah pilihan terbaikmu . Aku sadar , aku akan terus bergantung jika kamu masih menopangku .
Aku memang sudah lama terjebak disini , di ruang kelabu di sudut hatiku . Tapi sungguh tak tau malu , aku ingin menjebakmu disini menemani hari kelamku . Aku pikir aku harus melepasmu , tapi bibir ini kelu tak mampu berkata-kata .
Dee , masih pantaskah aku disisimu ? Masih bolehkah aku berharap memilikimu ? Aku dengan semua kelemahanku mencoba menjaga cinta ini agar tak memudar . Aku dengan segenap sisa kekuatanku berharap mampu menahan hatimu tetap terpaut denganku .
Rabu, 19 Maret 2014
Sepucuk Surat Penuh Harap
Tuhan , jika kelak aku bukan lagi peri kecil di hidupnya , izinkan aku tetap memiliki ruang di sudut hatinya . Tuhan , jika kelak kami tak ditakdirkan bersama , tolong jangan hapus cinta dan kenangan yang terlukis di antara kami .
Tuhan , dengan malu aku bersimpuh di hadapanMu memanjatkan doa berharap Kau mau mempersatukan kami di jalan yang Kau ridhoi . Tuhan , aku ingin bisa memamerkan pada dunia betapa kuatnya cinta yang ku miliki .
Tuhan , jika kami tidak di takdirkan hidup dalam kebahagiaan , jangan biarkan kami hidup dalam kebencian . Jangan biarkan kami membenciMu walau hanya sesaat .
Tuhan , jika aku ditakdirkan untuk meninggalkan dunia ini lebih cepat , ku mohon jaga dia dalam lindunganMu . Bahagiakan dia dengan cinta lain yang Kau siapkan untuknya .
Tapi Tuhan , jika kelak aku yang harus ditinggalkan lebih dulu , rengkuh dia dalam lindunganMu disana . Ku mohon tempatkan dia di tempat terindah yang Kau miliki .
Tuhan , entah siapa yang akan Kau jemput lebih dulu , ku mohon pertemukan kami kembali dengan cinta yang sempurna di dunia yang kekal nanti . Tempatkan kami di tempat yang penuh damai bersama keluarga kami .
Tuhan , hanya kepadaMu aku bisa meminta agar hatinya tetap terisi namaku . Hanya padaMu aku bisa memohon kekuatan untuk bisa bersama dengannya menjalani sulitnya dunia .
Tuhan , dengan ribuan tetes airmataku , aku menundukkan kepalaku di hadapanMu seraya berdoa . Ku mohon bawa kami , tuntun kami ke jalan cahayaMu . Lindungi ikatan cinta yang kami miliki . Kuatkan cinta kami agar tidak terus saling menyakiti . Jika kami tak bisa terus saling tersenyum , jangan biarkan kami terus menangis .
Tuhan , aku menunggu takdir indah yang telah Kau siapkan untuk kami . Aku menunggu waktu yang Kau tentukan untuk mengikrarkan janji suci kami dalam ikatan abadi .
Tuhan , dengan malu aku bersimpuh di hadapanMu memanjatkan doa berharap Kau mau mempersatukan kami di jalan yang Kau ridhoi . Tuhan , aku ingin bisa memamerkan pada dunia betapa kuatnya cinta yang ku miliki .
Tuhan , jika kami tidak di takdirkan hidup dalam kebahagiaan , jangan biarkan kami hidup dalam kebencian . Jangan biarkan kami membenciMu walau hanya sesaat .
Tuhan , jika aku ditakdirkan untuk meninggalkan dunia ini lebih cepat , ku mohon jaga dia dalam lindunganMu . Bahagiakan dia dengan cinta lain yang Kau siapkan untuknya .
Tapi Tuhan , jika kelak aku yang harus ditinggalkan lebih dulu , rengkuh dia dalam lindunganMu disana . Ku mohon tempatkan dia di tempat terindah yang Kau miliki .
Tuhan , entah siapa yang akan Kau jemput lebih dulu , ku mohon pertemukan kami kembali dengan cinta yang sempurna di dunia yang kekal nanti . Tempatkan kami di tempat yang penuh damai bersama keluarga kami .
Tuhan , hanya kepadaMu aku bisa meminta agar hatinya tetap terisi namaku . Hanya padaMu aku bisa memohon kekuatan untuk bisa bersama dengannya menjalani sulitnya dunia .
Tuhan , dengan ribuan tetes airmataku , aku menundukkan kepalaku di hadapanMu seraya berdoa . Ku mohon bawa kami , tuntun kami ke jalan cahayaMu . Lindungi ikatan cinta yang kami miliki . Kuatkan cinta kami agar tidak terus saling menyakiti . Jika kami tak bisa terus saling tersenyum , jangan biarkan kami terus menangis .
Tuhan , aku menunggu takdir indah yang telah Kau siapkan untuk kami . Aku menunggu waktu yang Kau tentukan untuk mengikrarkan janji suci kami dalam ikatan abadi .
Untuk Ibunda Dari Pujaanku
Teruntuk ibunda dari pujaanku
Aku mungkin bukan orang yang kau harapkan untuk mendampingin putramu menjalani hidup yang tak mudah ini . Aku bahkan mungkin tak pantas berharap untuk bisa bersanding dengannya .
Aku sadar , aku tak secantik rupamu . Aku pun sadar , aku tak setegar ibuku . Tapi perlu kau tau , aku terus belajar memantaskan diri untuk bisa jadi yang kamu dan putramu banggakan . Aku berlatih untuk bisa jadi yang mebahagiakan putramu .
Aku dengan tulus meminta maaf jika aku pernah melukai putra tersayangmu . Aku meminta maaf , karena berniat mencuri putramu , membawanya masuk dalam hidup kelabuku .
Wahai ibunda dari pujaanku , terimakasih karena telah menjaga pujaanku hingga saat ini . Terimakasih karena telah merawat dan membesarkannya hingga kini jadi yang begitu ku kagumi .
Wahai ibunda dari pujaanku , izinkan aku membawa putramu pergi menuju duniaku . Izinkan aku menggantikanmu untuk merawatnya sepanjang sisa umurku . Izinkan aku dan dia menciptakan dunia baru milik kami sendiri . Izinkan aku dan dia membawamu serta ke dalam dunia kami .
Wahai ibunda dari pujaanku , perlu kau tau , aku mengagumimu , aku menyayangimu .
Tertanda ,
aku yang memuja putramu
Aku mungkin bukan orang yang kau harapkan untuk mendampingin putramu menjalani hidup yang tak mudah ini . Aku bahkan mungkin tak pantas berharap untuk bisa bersanding dengannya .
Aku sadar , aku tak secantik rupamu . Aku pun sadar , aku tak setegar ibuku . Tapi perlu kau tau , aku terus belajar memantaskan diri untuk bisa jadi yang kamu dan putramu banggakan . Aku berlatih untuk bisa jadi yang mebahagiakan putramu .
Aku dengan tulus meminta maaf jika aku pernah melukai putra tersayangmu . Aku meminta maaf , karena berniat mencuri putramu , membawanya masuk dalam hidup kelabuku .
Wahai ibunda dari pujaanku , terimakasih karena telah menjaga pujaanku hingga saat ini . Terimakasih karena telah merawat dan membesarkannya hingga kini jadi yang begitu ku kagumi .
Wahai ibunda dari pujaanku , izinkan aku membawa putramu pergi menuju duniaku . Izinkan aku menggantikanmu untuk merawatnya sepanjang sisa umurku . Izinkan aku dan dia menciptakan dunia baru milik kami sendiri . Izinkan aku dan dia membawamu serta ke dalam dunia kami .
Wahai ibunda dari pujaanku , perlu kau tau , aku mengagumimu , aku menyayangimu .
Tertanda ,
aku yang memuja putramu
110114
Sabtu, 11 Januari 2014
Aku terus berusaha memantaskan diri , tapi mungkin aku memang dilahirkan untuk jadi yang tak pernah pantas dihidupmu . Ingin rasanya menyerah , tapi terlalu sulit untuk berhenti begitu saja saat ini . Aku ingin terus berjuang . Tapi untuk apa jika mimpi yang ingin ku gapai saja hanya ada dalam anganku seorang ? Bantu aku berlari jika ternyata kamu pun miliki mimpi yang sama sepertiku . Paksa aku berhenti jika mimpi ini hanya anganku sendiri !!
Sadarkan aku dari lamunan tak berujungku . Perlihatkan padaku sulitnya kehidupan yang ingin ku gapai itu . Kuatkan aku untuk sanggup melewati kehidupan sulit itu jika memang hatimu tertambat padaku . Usir aku jika memang aku bukan orang yang pantas menjalani kesulitan itu bersamamu .
Aku terus berusaha memantaskan diri , tapi mungkin aku memang dilahirkan untuk jadi yang tak pernah pantas dihidupmu . Ingin rasanya menyerah , tapi terlalu sulit untuk berhenti begitu saja saat ini . Aku ingin terus berjuang . Tapi untuk apa jika mimpi yang ingin ku gapai saja hanya ada dalam anganku seorang ? Bantu aku berlari jika ternyata kamu pun miliki mimpi yang sama sepertiku . Paksa aku berhenti jika mimpi ini hanya anganku sendiri !!
Sadarkan aku dari lamunan tak berujungku . Perlihatkan padaku sulitnya kehidupan yang ingin ku gapai itu . Kuatkan aku untuk sanggup melewati kehidupan sulit itu jika memang hatimu tertambat padaku . Usir aku jika memang aku bukan orang yang pantas menjalani kesulitan itu bersamamu .
Jumat, 07 Februari 2014
Drama (1)
Drama
(1)
Ini sepenggal kisahku , kepingan hatiku
yang mungkin belum ku ungkap pada siapa pun . Ini bukan hanya tentang aku , ini
menyangkut hidupku , kisah kelam masalalu ku , dan masadepan yang mungkin tak
terjamah olehku . Ini juga tentang mereka yang maramaikan hariku , yang
menggores hatiku , yang mewarnai ceritaku , yang menambah kelam duka ku .
Aku ingin ungkapkan semua , hanya untuk
melepas penat yang memberatkan langkahku . Aku ingin ungkapkan semua , hanya
agar mereka mengerti seperti apa aku . Tak ku pedulikan lagi gossip miring
mereka tentangku . Biarlah aku sendiri menahan sepi jika memang kisahku ini
menjauhkanku dari dunia . Tapi izinkan aku meraih asa jika kisahku ini membuka
mata dunia .
***
Sekarang hari Kamis 6 Februari 2014 . Aku
duduk di depan laptopku . Kubiarkan jari-jariku menari di atas keyboard mencoba
menuliskan kembali kisah lamaku . Aku tak perlu memaksa otak ku untuk mengingat
, semua masih tergambar dengan jelas dalam ingatku . Bahkan terkadang , tanpa
ku inginkan kenangan-kenangan itu menyeruak masuk dalam bayangku . Aku seperti
melihat sebuah film di putar di hadapanku , tapi tidak , itu hanya kenanganku ,
gambaran kisah masalalu ku yang mencoba menari dalam pikiranku .
Entah aku harus mulai dari mana . Aku
berkali terdiam menatap monitorku . Hening . Tak ada lagu yang kuputar seperti
biasanya . Sering kali aku menikmati keheningan ini . Aku menikmati waktuku
sendiri dalam sepi yang kuciptakan ini . Lalu aku teringat . . .
Lebih
dari sepuluh tahun yang lalu , tamparan pertama di pipiku melukiskan luka yang masih terasa menyesakkan
hingga sekarang . Lebih dari sepuluh tahun itu juga , luka itu tak pernah
mongering . Kejadian itu masih sering melintas dalam benakku . Tahukah kamu ?
Sakit di hati ini terasa lebih menyakitkan dibanding tangan hangatnya yang
menyentuh pipiku kala itu . Kenangan tentang hal itu terasa lebih menghancurkan
dibanding kejadian itu sendiri .
Aku
mendapat tamparan itu di saksikan ketiga adikku , di teras rumahku . Andai
kesalahanku saat itu lebih berat lagi , mungkin lebih mudah bagiku melupakan
segalanya . Nyatanya , bagiku itu hanya masalah sepele . Cuma karena aku ga mau
mandi , pipiku jadi korban nya . Aku di seret masuk kamar mandi , aku disiram .
Konyolkah bagimu ? Lebay kah aku di matamu ?
Ya
, mungkin bagi sebagian orang ceritaku terlalu berlebihan . Mungkin bagi
sebagian orang , aku hanya melebih-lebihkan keadaan . Tapi tahukah kamu ?
Dengan kenangan itu , aku tak mampu melawan ‘mereka’ yang menyakitiku .
Pernah
suatu ketika , pacarku di masa SMA dulu menamparku keras . Sering ku lihat
orang lain berkata ‘Bapa aku aja ga pernah nampar aku , masa kamu nampar aku ?’
. Lalu aku ? Bagaimana dengan aku ? Aku hanya mampu menahan pedih , bukan di
pipiku , tapi di hatiku . Bahkan aku tak bisa memakai ayahku untuk menjadi
tamengku melawannya . Aku bisa bilang apa ? Aku marah . Aku marah pada ayahku .
Aku marah padanya . Aku marah pada dunia . Aku marah pada diriku sendiri .
Ah , airmata dan ingusku mengalir tak
terbendung . Terlalu menyakitkan . Aku menghapus airmataku dengan lengan bajuku
. Aku menatap handphone ku , ingin menelepon Dee ku . Tapi kisahku belum
selesai . Aku ingin menyelesaikannya hari ini .
Aku keluar kamar , mengambil wadah tisu .
Aku mulai terpaku lagi pada monitor dan keyboardku . Jariku kembali menari . .
.
Pantaskah
aku marah ? Kadang , aku selalu berkata pada diriku sendiri bahwa ini semua
memang salahku . Bahwa aku memang pantas mendapatkan kekasaran-kekasaran itu .
Tapi seiring bertambah usiaku , aku kembali berpikir . Haruskah hukuman itu
menggunakan fisikku ? Tak layakkah aku mendapat hukuman yang lebih halus ?
Hukuman-hukuman
fisik itu juga menghukum mentalku . Aku menjadi semakin rapuh tiap aku
mengingatnya . Aku merasa tak mendapat kasih sayang . Aku merasa tak pantas
dicintai . Aku merasa terbuang .
Kini , dengan kedewasaanku yang memang
belum matang sepenuhnya , aku sering mencari artikel tentang cara membesarkan
anak dengan benar . Menghukum anak tak harus dengan kekerasan . Disini aku
bicara di atas pengalaman pahitku . Kalau kamu saat ini sedang membesarkan
seorang anak , ku sarankan jangan pernah sakiti fisiknya . Bukan luka fisik itu
yang akan dia ingat , tapi wajahmu saat melakukannya yang akan dia kenang .
Kami (korban kekerasan fisik) mungkin akan
memaafkan , tapi pasti tidak bisa melupakan . Aku bahkan masih ingat dengan
jelas wajah ayahku , wajah mantan-mantan pacarku saat mereka melukai tubuhku .
Aku masih ingat dengan jelas tempat dan suasana saat itu . Itu bukan kenangan
yang indah . Relakah kamu jika anakmu kelak terus menyimpan luka di hatinya
karenamu ? Relakah kamu bahwa kelak entah seberapa besar kamu mencintai mereka
, entah pengorbanan apa yang telah kamu lakukan untuk mereka , tapi mereka
masih mengingat dengan jelas kebencian mereka terhadapmu ?
Hukuman-hukuman fisik itu , merenggut
sebagian kebahagiaanku . Membuat aku tak memiliki tameng untuk melindungi
diriku dari mereka yang lainnya . Membuatku membenci ayahku meski aku
sebenarnya sangat menyayanginya . Membuat senyumku kadang sirna saat aku
mengingat kenangan itu .
Buat kamu yang saat ini punya pacar yang
agresif dalam hal negative , yang kasar . Aku
pikir sebaiknya kamu menyerah mencintainya . Kamu tidak akan pernah
bahagia dengan orang seperti itu . Aku sudah merasakannya dua kali , dan aku
tak kan pernah mau bertahan lebih lama lagi dari yang terakhir terjadi . Mana
mungkin bisa hidup dengan tenang jika ada rasa takut dipukuli ?
Buat kamu yang masih suka kasar sama
pasangan . Kamu harus berhenti , atau kamy akan terus menyesalinya . Relakah
kamu korbankan dirimu hidup dalam kenangan buruk seseorang ? Relakah kamu orang
yang pernah begitu mencintaimu jadi begitu membencimu dalam ingatannya . Aku
pernah melakukan . Aku membenci mereka . Bahkan aku sedang melakukan nya .
Relakah kamu semua ketulusanmu sirna tertutupi oleh kekasaranmu yang mungkin
hanya sekali ?
Selagi belum terlambat , bersikap baiklah
sama orang yang kita sayang . Aku hidup dan besar dengan kenangan-kenangan
burukku . Aku besar dengan kekasaran-kekasaran yang ku lalui . Tanpa ku minta ,
kenangan-kenangan itu ikut membuatku jadi kasar . Tak ku pungkiri beberapa kali
aku melampiaskan amarahku akan masalaluku pada mereka yang tak bersalah . Tak
ku pungkiri , beberapa kali aku memukuli adik-adikku , beberapa kali aku
menampar mantan pacarku . Tapi jelas aku menyesal , aku membenci diriku .
Bagaimana bisa aku melakukan hal yang kubenci pada orang lain ? Bagaimana bisa
aku melukai seseorang dengan cara yang paling meninggalkan bekas di hatiku ?
Aku ingin berubah . Aku harus berubah . Aku
belajar berubah . Jujur , tiap kali bertengkar dengan Dee kadang rasanya ingin
menampar wajahnya . Tapi aku tahan . Aku tak bisa terus begitu . Aku tak ingin
jadi yang di benci . Aku tak ingin meninggalkan kisah buruk untuknya .
***
4214 1628
Selasa
, 4 Februari 2014
16.28
Aku masih ingat dengan jelas .
Pertemuan pertama kita . Mungkin seharusnya bisa jadi lebih istimewa dari itu .
Tapi nyata nya , aku ga pernah berharap itu bisa jadi lebih mengesankan lagi .
Buat aku yang saat itu masih menyimpan
terlalu banyak luka , pertemuan itu terasa tak mungkin bisa jadi lebih bermakna
lagi dari yang memang terjadi . Debaran itu terasa begitu nyata , terlalu nyata
. Aku melihatmu dalam nyataku , bukan hanya bayangku semata . Kamu bukan lagi
sekadar ilusi dalam hayal dan mimpiku .
Malam itu di depan terminal yang
bahkan belum pernah kamu jejaki sebelumnya , kamu dengan sabar menungguku .
Menunggu aku dating menjemputmu dengan wajah dekilku . Aku belum mandi haha
Aku masih ingat , kamu berdiri disana
, di samping gerobak penjual kopi , melambaikan tangan . Jaket jeans itu ,
celana cino itu , kaos itu , masih terekam jelas dalam ingatan ku . Bagaimana
denganmu ? Bagaimana dengan ingatanmu ? Masih kah kenangan itu bersemi dalam
tidurmu ? Masihkah kenangan itu melukiskan senyum di wajah tampanmu ?
Aku masih selalu tersenyum , hingga
kini setiap mengingat semua jejak yang kita tinggalkan di kota itu . Melakukan
hal-hal gila yang bahkan tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku . Menapaki
langkah ke tempat yang belum pernah kamu singgahi sebelumnya .
Hal-hal konyol terjadi . Hal-hal
memalukan pun demikian . Tapi kamu , dengan semua kesederhaanmu tak pernah
marah dengan keteledoran yang ku ciptakan .
Terimakasih pujaanku . Terimakasih
telah mau menciptakan kenangan itu bersamaku .. Terimakasih telah mencintaiku
dengan kesederhanaanmu . Terimakasih telah mengizinkanku mencintaimu dengan
kekuranganku .
Selasa, 04 Februari 2014
2214 1756
Minggu
, 2 Februari 2014
17.56
Dari dulu aku pikir , bahagia itu
sederhana . Nyatanya , bahagia tak pernah sesederhana yang ku bayangkan . Arti
dan alasan bahagia selalu berubah dari waktu ke waktu . Selalu berubah menurut
lingkungan dan suasana hati seseorang .
Bahagia nyatanya bukan hanya
tentang seseorang tapi tentang dia dan lingkungan nya . Tentang bagaimana
lingkungan nya menuntun dia untuk memaknai arti bahagia yang kelak dipercayai
nya .
Ada yang bilang , bahagia itu kalau melihat orang yang berarti bagi hidup kita bahagia . Kenyataan nya ? Ketika mereka bahagia bukan karena kita , mereka bahagia bukan bersama kita , benarkah kita turut bahagia ? Nyata kah bahagia yang kita rasa ? Aku pikir , kebahagiaan dengan alasan itu hanya semu belaka . Bukan bahagia namanya kalau menahan luka . Bukan bahagia namanya jika perih terasa .
Bukan pula bahagia jika bisa
memiliki yang diharap namun yang diharap tak pernah ingin bersama kita . Buat
apa bersama orang yang tak pernah berpikir untuk dekat dengan kita ? Kebahagiaan
karena hal seperti itu pun rasanya hanya ilusi belaka . Hanya kebahagiaan semu
yang diciptakan kita dalam ilusi milik kita sendiri . Kebahagiaan yang tak kan
bisa dirasakan aura nya oleh orang lain .
Ya , aku mungkin pernah bahagia .
Tapi itu tampaknya dulu , saat hidup terasa lebih mudah ku jalani , saat
airmata menetes tak meninggalkan sesak di dada , saat senyum tulus masih dengan
mudah tergambar .
Dulu , aku sempat berpikir
bahagia itu kalau aku bisa memiliki keluarga dengan sepasang anak perempuan dan
lelaki , rumah besar nan minimalis , 2 buah mobil untuk ku dan suami , serta
mampu mencukupi kebutuhan anak-anak ku kelak .
Seiring waktu aku berpikir . Menjalani hariku bersama dengan seseorang menyadarkanku bahwa aku tak kan bisa mencapai bahagia yang ku ingin begitu saja . Tak bisa jika hanya aku yang mendambanya , sedang pasanganku bahkan mungkin tak pernah memikirkannya . Perlahan , semua sirna .
Aku mulai mencari kembali makna
bahagia . Aku mencari , bagaimana cara bahagia . Lalu terpikir , mungkin
bahagia itu jika aku bisa dengan cepat mendapat gelar sarjana ku , berkerja di
perusahaan terkenal , menghasilkan banyak rupiah , kurasa itu akan membuat
keluargaku bangga , kurasa bahagia itu jika bisa jadi yang dibanggakan oleh
mereka .
Waktu terus berjalan , mendesak
ku ke titik kerapuhanku , mendorongku ke pusat terlemahku , aku jatuh . Aku tak
lagi apa itu bahagia . Aku hanya ingin menyerah . Aku menjadi seperti daun
gugur yang melepaskan nasibnya pada angin, membiarkan sang angina membawanya kemanapun
, tanpa arah , tanpa tau tujuan nya kelak .
Lalu , dia muncul bagaikan
mentari pagi hari yang sirnakan kegelapan malam . Dia debarkan hatiku lagi ,
dia berikan semangat baru . Aku berusaha jadi yang terbaik baginya . Tapi ,
lagi-lagi semua hanya terasa semu . Buat siapa semua ini ku lakukan ? Bukan
buat bahagiaku , tampaknya aku hanya belajar bahagia dengan mencba keras
membuat semuanya bahagia . Aku memaksa diriku untuk bahagia . Pantaskah disebut
bahagia jika masih menggores luka ? Hal itu membuatku berpikir kembali .
Ya , waktu tak pernah berhenti .
Aku semakin merapuh . Aku semakin terjebak dalam kebimbangan yang ku ciptakan
sendiri . Kilasan masalalu yang menyesakkan berhamburan dalam pikiran ku ,
memaksa butiran embunku berulang kali melukiskan jejaknya . Aku lalu terjebak
dalam ruang kelabu ku . Aku terdiam , tak mengerti apa yang harus ku lakukan .
Aku tak ingin menangis , semua terasa terlalu menyesakkan hingga airmata ku pun
tak rela menetes .
Titik terang itu datang ,
keberanianku muncul . Aku memilih . Namun , pilihan ku tampaknya bukan yang
terbaik di mata mereka . Aku ingin mengalah . Tak ingin ku paksakan ego ini .
Namun kilasan luka masalalu ku menyeruak di sela airmata keputus asaan ku .
Haruskah aku menyerah lagi untuk mimpiku ? Haruskah aku melepas lagi anganku ?
Haruskah kubiarkan diri ini mengikuti ingin mereka ? Haruskah ku utamakan
bahagia milik mereka ? Haruskah ku rela kan hasratku kembali terabaikan ?
Aku muak . Aku muak mendengar
semua celoteh mereka tentang masa depan . Apakah jika kulakukan ingin mereka
lalu masadepan ku menjajikan ? Akan kah aku pasti bahagia ?
Aku lelah . Aku lelah terus
menerus di paksa melakukan hal yang bahkan tak ku harapkan muncul dalam rencana
masadepan ku . Tidak bisakah kali ini saja biarkan ku tentukan sendiri jalanku
?
Aku iri . Aku iri melihat mereka
yang selalu memiliki banyak pilihan , yang selalu bebas menentukan jalan mereka
sendiri . Lalu aku ? Aku selalu berhadapan dengan 2 pilihan . Terkadang bahkan
tak satu pun dari pilihan itu ku harapkan .
Kini , bahagia ku menjadi semakin
rumit . Rasanya hal yang ku pikir akan membuatku bahagia , akan butuh
pengorbanan besar . Tampaknya aku harus rela mengorbankan segalanya yang ku
miliki . Tampaknya aku harus melukai banyak orang .
Perjalanan ku untuk mencapai
kebahagiaan ku pun ku mulai . Telah ku lakukan , aku melukai banyak orang .
Bahkan aku pun membiarkan diriku terluka . Ya , aku egois ! Teramat egois !
Bahkan untuk bahagia pun aku harus melukai diriku sendiri . Aku harus mematikan
rasa di hati ku sendiri . Setidaknya , aku harus pura-pura tak merasakan luka .
Aku mengabaikan mereka . Aku
menutup mata dan telingaku untuk mereka . Aku seakan hidup untuk diriku sendiri
. Tanpa mereka sadari , aku sebenarnya terluka lebih dari mereka . Mungkin tak
pernah terbayangkan oleh mereka , aku selalu lebih terluka ketika melihat
mereka terluka . Terlebih jika luka itu karena ku .
Tapi ego ku telah mencapai puncaknya . Aku ingin BAHAGIA ! Aku merasa harus bahagia . Tapi bahagiaku terlalu sulit ku miliki . Bahagia itu kini bagiku jika aku bisa bersama dia yang mampu membuatku melupakan luka ku . Aku ingin bersama dia yang walaupun terus melukaiku tapi lalu esoknya membuatku lupa bahwa aku sedang terluka . Aku ingin bersama dia yang membuatku merasa bahwa hidup yang sulit ini bisa di lewati dengan lebih mudah . Aku ingin bersama dia yang mampu membuatku melepas semua topeng keperkasaan ku . Aku ingin bersama dia , yang hanya dengan dia aku mampu tunjukkan semua luka ku .
Tapi ego ku telah mencapai puncaknya . Aku ingin BAHAGIA ! Aku merasa harus bahagia . Tapi bahagiaku terlalu sulit ku miliki . Bahagia itu kini bagiku jika aku bisa bersama dia yang mampu membuatku melupakan luka ku . Aku ingin bersama dia yang walaupun terus melukaiku tapi lalu esoknya membuatku lupa bahwa aku sedang terluka . Aku ingin bersama dia yang membuatku merasa bahwa hidup yang sulit ini bisa di lewati dengan lebih mudah . Aku ingin bersama dia yang mampu membuatku melepas semua topeng keperkasaan ku . Aku ingin bersama dia , yang hanya dengan dia aku mampu tunjukkan semua luka ku .
Aku tak berharap lagi memiliki
seseorang yang mampu membahagiakanku . Cukup seseorang yang mampu membuatku
menunjukkan sisi lemah ku . Aku tak berharap lagi memiliki seseorang yang akan
melindungiku . Cukup seseorang yang mampu membuatku merasa harus bisa menjadi
kuat untuk pantas bersama nya . Aku tak berharap lagi rumah besar , rupiah
banyak , mobil mewah . Aku hanya ingin bersamanya sekalipun dalam susah . Jika
takdir membawa kami pada keberuntungan , izinkan kami meraih keberuntungan itu
bersama .
Ku pikir ulang lagi semua . Lalu
aku kembali tersadar . Bahagia itu memang seharusnya sederhana . Aku hanya
ingin bisa hidup dengan melupakan luka ku . Dan hingga saat ini , selama 20
tahun hidupku , hanya bersamanya aku bisa melepas semua nya . Hanya bersama nya
, aku bisa tunjukkan diri ku yang sebenarnya .
Langganan:
Postingan (Atom)