Senin, 15 Desember 2014
150114
15 Desember 2014
10:28
Hari dimana aku memilih untuk melangkah pergi . Hari ketika aku akhirnya mengambil keputusan sulit itu , menjadi hari dimana segalanya benar-benar berubah . Tak pernah sama lagi . Duniaku , tak lagi seperti dulu . Sejak hari itu , tak ada lagi ketentraman seperti sebelumnya . Kenyamanan nampaknya hanya menjadi mitos dan sejarah belaka .
Khawatir , curiga , takut , bimbang , semua bercampur jadi satu dalam hati dan pikiranku . Tak ada lagi tawa yang sesungguhnya . Tak tampak lagi arti pertemanan yang sebenarnya . Semua nampak sama , tak lagi berwarna hanya semakin kelabu tiap harinya .
Aku ingin berlari ke depan , namun untuk melangkah maju saja harus terseok . Aku masih terjebak dengan hingar bingar masalalu yang tak jarang kembali mengalirkan embunku . Jika saja saat itu bertahan tak begitu menyakitkan , aku tentu tak kan pergi sejauh ini . Kau tau , aku bukan orang yang senang meninggalkan tempatku . Tapi kini , tak hanya meninggalkan , aku bahkan harus melupakan .
Mencoba mencari diri yang baru . Mencoba melangkah memasuki dunia baru . Semua tak sama seperti dulu . Aku terlalu nyaman dengan keberadaan ku di masa lalu . Aku mencintai duniaku dulu , lebih dari yang mereka tau . Namun tentu tak ada jalan untuk kembali .
Aku tak lagi terjebak di sudut ruang hatiku , aku hanya mematung di tengah ruang hampa . Tak ada lagi rasa memiliki seperti dulu . Tak ada lagi cinta yang berbunga . Tak ada rasa ingin menggenggam kuat . Tak ada rasa takut melepaskan .
5 September 2011 selalu menjadi hari bersejarah bagiku . Langkah pertamaku memasuki dunia baru , bersama seseorang yang baru . Aku masih ingat betapa bahagianya aku saat itu . Dunia itu terasa begitu menakjubkan . Beberapa bulan yang lalu , aku memasuki dunia yang tak jauh berbeda namun rasanya sungguh tak sama . Tak ada degupan dalam jantungku . Tak ada senyum penuh kegembiraan . Semua sirna bersama jejak ku yang tertinggal di dunia pertama ku .
Senin, 18 Agustus 2014
teringat 13
Hai kamu , masalalu yang tak hentinya menyapa . Aku kini tak anggapmu istimewa seperti dulu . Bahkan jika aku tak punya hati , aku ingin berkata bahwa aku tak berharap untuk mendengar lagi kabar tentangmu .
Kamu dulu pernah memiliki ku . Tidak sebentar aku bertahan disampingmu , 3 tahun . Tentu seharusnya kamu tau dan mengerti dengan pasti bagaimana aku . Aku tak berubah , aku masih sama seperti dulu . Hanya saja apa yang ada di antara kamu dan aku sudah lama tak lagi sama , 3 tahun .
Aku pikir kamu akan mengerti , bukan aku yang begitu angkuh . Namun ada seseorang yang harus ku lindungi hatinya . Ada seseorang yang kini ku prioritaskan kebahagiaan dan ketentraman hatinya . Dan kamu bisa menebak siapa dia . Dulu , mungkin kamu yang harus berkeras menahan egoku untuk bercengkrama dengan teman lelaki ku . Tapi kini aku sudah lebih dewasa dan cukup mengerti untuk membatasi diri . Aku tak ingin ada prasangka yang muncul karena kedekatan yang tak ku harapkan . Aku tak ingin melukai dan merapuhkan rasa percayamya untuk yang kedua kali .
Aku harap kamu mengerti dan mampu memilih sikap yang tak akan melukai siapa pun . Aku percaya kamu tak ada niat mendekatiku lagi seperti dulu . Aku pun tak memiliki niat untuk lebih dekat lagi denganmu . Tapi tak ada yang tau apa yang kelak dia pikirkan . Lebih baik kita semakin menjauh dan menjadi orang asing daripada aku harus kehilangan dia untuk yang kesekian kali .
Menjauhlah masalalu ku . Keramahanku hanya sekedar sopan santun tak bermakna apapun .
Kamu dulu pernah memiliki ku . Tidak sebentar aku bertahan disampingmu , 3 tahun . Tentu seharusnya kamu tau dan mengerti dengan pasti bagaimana aku . Aku tak berubah , aku masih sama seperti dulu . Hanya saja apa yang ada di antara kamu dan aku sudah lama tak lagi sama , 3 tahun .
Aku pikir kamu akan mengerti , bukan aku yang begitu angkuh . Namun ada seseorang yang harus ku lindungi hatinya . Ada seseorang yang kini ku prioritaskan kebahagiaan dan ketentraman hatinya . Dan kamu bisa menebak siapa dia . Dulu , mungkin kamu yang harus berkeras menahan egoku untuk bercengkrama dengan teman lelaki ku . Tapi kini aku sudah lebih dewasa dan cukup mengerti untuk membatasi diri . Aku tak ingin ada prasangka yang muncul karena kedekatan yang tak ku harapkan . Aku tak ingin melukai dan merapuhkan rasa percayamya untuk yang kedua kali .
Aku harap kamu mengerti dan mampu memilih sikap yang tak akan melukai siapa pun . Aku percaya kamu tak ada niat mendekatiku lagi seperti dulu . Aku pun tak memiliki niat untuk lebih dekat lagi denganmu . Tapi tak ada yang tau apa yang kelak dia pikirkan . Lebih baik kita semakin menjauh dan menjadi orang asing daripada aku harus kehilangan dia untuk yang kesekian kali .
Menjauhlah masalalu ku . Keramahanku hanya sekedar sopan santun tak bermakna apapun .
18814
Tinggal menghitung hari sampai tanggal peringatan 16 bulan kebersamaan kita . Aku ga tau itu harus disebut waktu yang lama atau sebentar . Kalau aku boleh milih , aku pengen waktu berhenti saat ini juga . Aku takut , di masadepan aku nanti ga akan ada kamu lagi .
Aku ga akan bohong dengan bilang aku selalu bahagia sama kamu . Ga jarang aku sakit bahkan nyaris hancur karena kamu . Tapi entah gimana , semua sakit yang kamu kasih ke aku ga cukup buat bikin aku menyerah untuk pengen terus ada di samping kamu .
Aku pengen kamu tau , hari ini kamu udah bikin perasaan aku ga sama lagi ke kamu kaya hari kemarin . Aku berniat untuk 1001 kali lebih dan lebih serius lagi ngejalanin sisa umur aku ini bareng kamu . Tujuan aku makin jelas , ga peduli apapun pendapat mereka yang ga tau apa-apa tentang hatiku itu . Aku cuma pengen bahagiain kamu , gimana pun caranya . Aku pengen jadi satu-satunya yang kamu harepin , dambain , dan cintai . Aku ga peduli bahkan walo harus di anggep ga punya harga diri sama mereka .
Ga munafik kalau aku berharap kamu akan lakuin hal yang sama kaya aku , kalo aku berharap kamu punya cinta yang sama besarnya kaya aku . Tapi seandainya pun keinginan muluk aku itu ga bisa atau ga mau kamu penuhin , gapapa . Aku udah cukup seneng bisa denger kamu ketawa walau tawa itu bukan karena aku . Aku bahagia walau hanya dengan memperjuangkan yang terbaik buat kamu .
Aku ga akan bohong dengan bilang aku selalu bahagia sama kamu . Ga jarang aku sakit bahkan nyaris hancur karena kamu . Tapi entah gimana , semua sakit yang kamu kasih ke aku ga cukup buat bikin aku menyerah untuk pengen terus ada di samping kamu .
Aku pengen kamu tau , hari ini kamu udah bikin perasaan aku ga sama lagi ke kamu kaya hari kemarin . Aku berniat untuk 1001 kali lebih dan lebih serius lagi ngejalanin sisa umur aku ini bareng kamu . Tujuan aku makin jelas , ga peduli apapun pendapat mereka yang ga tau apa-apa tentang hatiku itu . Aku cuma pengen bahagiain kamu , gimana pun caranya . Aku pengen jadi satu-satunya yang kamu harepin , dambain , dan cintai . Aku ga peduli bahkan walo harus di anggep ga punya harga diri sama mereka .
Ga munafik kalau aku berharap kamu akan lakuin hal yang sama kaya aku , kalo aku berharap kamu punya cinta yang sama besarnya kaya aku . Tapi seandainya pun keinginan muluk aku itu ga bisa atau ga mau kamu penuhin , gapapa . Aku udah cukup seneng bisa denger kamu ketawa walau tawa itu bukan karena aku . Aku bahagia walau hanya dengan memperjuangkan yang terbaik buat kamu .
Jumat, 30 Mei 2014
anggap saja drama [2]
Gue pengen marah sama dunia . Pengen neriakin semua beban yang menuhin isi kepala gue yang sempit ini . Tapi bibir gue selalu beku , ga bisa berkata . Gue pengen benci sama dunia , tapi gue sadar gue ga pantes . Gue pengen maki dunia , tapi gue yakin gue ga layak . Gue cuma bisa diem aja dalam tangis , mendem semuanya .
Gue juga pengen punya temen , cuma mungkin gue selalu salah bersikap . Gue gatau sikap kaya gimana yang bisa bikin gue di hargain orang , di sukain orang . Dari dulu , gue ga ada temen .Gue selalu di jauhin , di musuhin . Gue selalu nanya sama diri gue sendiri , inikah yang mereka bilang pembulian ?
Salah gue apa ? Gue ga paham ! Kenapa mereka berebut main sama AAH ? Kenapa bukan gue ? Kenapa semua milih AAH ? Kenapa kalo foto yang di peluk AAH ? Kenapa yang di puji kalo nilainya bagus itu AAH ? Pernahkah sekilas aja liat gue ? Merhatiin nilai gue ? Peduli sama keadaan hati dan pikiran gue ? Pernahkah sesaat aja mencoba denger cerita gue , bertanya tentang hari gue ?
Gue marah ! Apa pun yang gue lakuin ga keliatan . Ketutup sama AAH . Bahkan walo sekeras apapun usaha gue . Sebaik dan semanis apapun gue bersikap , tetep aja mereka gamau temenan sama gue , ga berusaha peduli sama gue . Temen gue cuma para cowo yang akhirnya juga menjauh perlahan seiring pertambahan umur gue dan mereka .
Gue pikir sekolah di swasta yang jauh dari rumah bakal memperbaiki keadaan . Gue pikir , gue bisa lari dari 'neraka' gue di sana . Nyatanya makin bikin gue muak ! Perlahan dan pasti , gue memaksa diri jadi keras , pembangkang kata mereka . Gue cape jadi anak baik yang pada akhirnya ga di pandang juga .
Lingkungan rumah gue , neraka pertama gue . Haruskah gue sebut nama mereka satu-satu biar mereka sadar dampak apa yang mereka kasih ke hidup gue ? Biar mereka tau rasa takut sebesar apa yang mereka tanam di diri gue ? Gue takut keluar rumah . Gue takut ga kuat nahan airmata gue ketika di 'jahatin' sama kalian . Gue benci kalo orang liat gue lemah ! Gue benci kalo orang pura-pura peduli sama gue cuma karena kasian liat airmata gue . Gue benci ! Lebih baik gue menyibukkan diri dengan dunia hayalan gue yang tentu ga satu pun dari kalian bakal ngerti .
Gue mencintai dunia ciptaan gue , lebih dari dunia nyata yang gue jejaki . Gue menciptakan tokoh 'sempurna' yang selalu nemenin hari-hari gue , bahkan sampai umur 20 gue ini .
gue apa ?
Gue mah sekarang apa sih di mata elu ? Mungkin cuma pemuas nafsu elu aja . Mungkin cuma kisah kelam hari kemarin elu aja . Mungkin cuma penghancur hati elu aja . Bales aja gue , bales gue sampe rasa sakit kita setara . Bales gue sampe gue ngalamin luka yang persis kaya elu . Jatuhcinta aja , jatuhcinta yang dalem ama dia . Bahagia sana , bahagia sama dede lu tercinta , tercantik , termanis , dan tersayang itu !
Lupain aja gue yang ga ada arti lagi sekarang buat elu . Lupain gue yang ga bisa ngasih bahagia buat elu . Lupain gue yang bisanya cuma ngelupain dan ngelukain elu . Lupain gue !
30514 1945
Aku bukan lagi aku yang memenuhi hatimu , menemani harimu . Aku kini hanya aku , bayang masalalu yang tak sepantasnya terus berharap ada di sisimu . Aku dan kamu tak lagi bisa di sebut 'kita' karena memang sejak awal tak pernah ada kata 'kita' .
Tak bisa ku katakan 'aku akan merelakanmu' karena sejujurnya aku tak akan pernah rela . Tak akan pula ku katakan 'aku akan melepasmu' karena memang aku merasa tak bisa melepasmu . Aku hanya mulai memperjauh jarak yang memisahkan ruang antara aku dan kamu . Aku hanya memberi waktu untuk hatiku agar membiasakan diri tanpa keberadaanmu , dan untuk hatimu agar mampu membungakan cintamu untuk dia yang kini merajai harimu .
Saat aku membuka mataku di sela sinar mentari yang menerebos melewati jendela yang besarnya tak seberapa itu , aku mengingatmu , mengingat kebiasaan aku dan kamu sebelumnya . Aku ingat mendengar suara parau khasmu di pagi hari . Aku ingat rengekan manjamu meminta waktu sedikit lebih lama lagi untuk terlelap dalam dekap bantalmu . Aku ingat kita saling memaksa untuk mandi , hal yang paling malas ku lakukan .
Saat aku ingin kembali memejamkan mata menatap sinar redup lampu di luar jendela , aku masih terus mengingatmu , mengingat kebiasaan aku dan kamu setiap malamnya . Aku ingat mendengar suara lembutmu mengantarkanku pada tidur lelap . Aku ingat rengekan manjaku memaksamu tak mematikan telepon yang memperpendek jarak di antara aku dan kamu . Aku pun ingat , aku selalu mengancam agar aku yang tidur lebih dulu . Sungguh , aku tak ingin berteman dengan sepi jika kamu terlelap lebih dulu .
Aku tak pernah bilang , tapi aku selalu berharap kamu mengerti . Bodohnya aku . Kamu bukan paranormal yang mampu membaca hatiku , tapi aku selalu saja memaksamu untuk menebak inginku . Sekarang , percuma juga bila ku katakan , ku pikir tak akan merubah apa pun , tak akan memperbaiki keadaan , tak akan membahagiakan hatiku apalagi kamu .
Tapi aku masih ingin melepas penat , menghempaskan seluruh beban yang masih tersisa setelah ku katakan akan menjauh darimu . Kamu tau ? Aku benci jika kamu mematikan telepon lebih dulu . Aku benci merasa di tinggalkan olehmu . Aku benci setiap kali harus melukaimu . Aku benci setiap kali mengatakan hal yang merusak perasaanmu . Aku benci ! Tapi tak pernah kamu sadari itu kan ? Aku dan egoku selalu saja bersembunyi di balik topeng keangkuhanku . Tau kah kamu ? Tak pernah aku ingin seangkuh itu di hadapan mu . Selalu aku ingin bermanja dalam peluk hangatmu . Selalu aku ingin melepas semua perih 20 tahun yang ku jalani dalam dekap ketulusanmu . Tapi ketololanku terus saja menutupi semua .
Kini , setelah bukan aku lagi yang menemani harimu , setelah bukan aku lagi yang memenuhi hati dan pikiranmu , aku meratap . Aku menangis menahan perih atas kebodohan yang ku jalani . Aku mengutuk batas maya antara aku dan kamu yang tak bisa ku jelaskan dengan nalar . Aku mengutuk diri ku .
Langganan:
Postingan (Atom)