Senin, 30 September 2013

2208

aku sedang berada di titik terlemah ku . kali ini saja biarkan aku memintamu disisiku . kali saja biarkan aku merasa kamu memang untuk ku . kali ini saja temani aku dalam kesendirianku . jika masa ini akhirnya ku lalui dengan kehampaanku , tak kan lagi aku merajuk . tak kan lagi aku bermanja . akan ku tata lagi kehancuran ku . akan kubawa serpihan kepedihan ku dalam genggam penuh luka .

1209

lukanya makin hari makin dalem . luka ini nyakitin aku , nyiksa batin aku , ngabisin airmata aku . aku tau aku pernah dan pasti bisa lebih kuat dari ini . tapi aku gatau butuh berapa lama lagi sampe ahirnya hati aku benerbener penuh luka dan ancur perlahan . aku gatau berapa lama lagi aku kuat nahan perih ini sampe ahirnya aku benerbener rapuh . aku gatau ketika nanti hati aku benerbener ancur , aku bakal terpuruk ato ngelawan .  makasih buat luka yang udah kalian lukias di hati aku .

2209 (*)

luka ini menyayatku , sakitiku , lumpuhkanku , hancurkanku . tapi aku masih terdiam disni menahan pedih , memeluk serpihan hati yang tersisa , memendam luka .

2209

sakiti aku jika itu bahagiakanmu . hancurkan aku jika itu bungakan hatimu . lumpuhkan aku jika itu kuatkanmu :') luka ini selalu pedih terasa , luka ini menyayatku ribuan kali . tapi cinta yang tersimpan rapat di hatiku membuatku bertahan , menghidupkan kembali hatiku yang nyaris mati . cinta ini masih mekarkan kebahagiaan di atas hati yang terkoyak merapuh .

happy 22nd (5th)

terimakasih untuk waktu yang selalu kamu sisakan . terimakasih untuk kekuatan yang kerap kamu pinjamkan . terimakasih untuk senyum yang mendamaikan hati . terimakasih untuk keberadaaanmu di sisa waktuku . terimakasih telah memenangkan hatiku . happy 22nd Sept my tweety :)

2609

hadirku hanya membawa luka . bersama denganku hanya menyisakan derita . anganku semua semu . usahaku tak nampak nyata . bayangku hanya menjadi ilusi dari mimpi buruk . haruskah aku lantas menyingkirkan diriku yang dipandang hina ini ? aku biarkan hatiku terpuruk meratap sepi , menggenggam serpihan kenangan yang tak seberapa , berdiam terpaku di antara luka yang terus alirkan darahnya .

sandiwara

sudahi saja semua sandiwara ini . buang semua topeng yang masih terpakai . hapus semua senyum kemunafikan yang jelas terukir .